Tekno

Oracle PHK 21.000 Karyawan Demi Fokus Kembangkan AI

Jakarta (KABARIN) - Perusahaan teknologi Oracle melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) kepada sekitar 21.000 karyawan secara global dalam kurun satu tahun terakhir guna mengalihkan sumber daya untuk mempercepat pengembangan infrastruktur kecerdasan artifisial (AI).

Dilansir dari siaran Engadget Selasa (23/6) waktu setempat, dalam laporan tahunannya Oracle mencatat jumlah karyawan perusahaan per 31 Mei 2026 sekitar 141.000 orang di seluruh dunia atau turun dari 162.000 karyawan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari total tenaga kerja saat ini, sekitar 49.000 karyawan berada di Amerika Serikat, sementara 92.000 lainnya tersebar di berbagai negara. Namun, Oracle tidak merinci jumlah pekerja di Amerika Serikat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pada Maret lalu, sejumlah laporan menyebut Oracle mengirimkan pemberitahuan PHK kepada 10.000 hingga 30.000 karyawannya.

Oracle mengungkapkan perusahaan masih menjalankan program restrukturisasi yang mencakup penyesuaian jumlah tenaga kerja.

Perusahaan juga mengakui bahwa adopsi dan penerapan teknologi AI di berbagai lini operasional telah dan berpotensi terus menyebabkan pengurangan jumlah karyawan.

Oracle mencatat telah mengeluarkan biaya restrukturisasi sebesar 1,8 miliar dolar AS atau setara Rp32,3 triliun yang antara lain digunakan untuk pembayaran pesangon bagi karyawan yang terkena PHK.

Langkah efisiensi tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan investasi untuk pembangunan pusat data guna mendukung layanan AI.

Sebelumnya,Oracle dilaporkan memangkas ribuan pekerja untuk menyimpan cadangan dana yang dapat digunakan membangun pusat data AI.

Strategi serupa juga dilakukan sejumlah perusahaan teknologi lain. Microsoft diketahui melakukan pengurangan tenaga kerja untuk membantu mendanai pembangunan infrastruktur AI yang membutuhkan investasi besar.

Sementara itu, Meta dilaporkan telah memangkas sekitar 8.000 karyawan dan mengalihkan 7.000 pekerja lainnya ke posisi yang berfokus pada pengembangan AI.

Diketahui, Oracle saat ini menjadi salah satu penyedia infrastruktur utama bagi perusahaan-perusahaan AI, termasuk OpenAI.

Pada tahun lalu, OpenAI menandatangani kesepakatan dengan Oracle untuk penyediaan kapasitas pusat data sebesar 4,5 gigawatt di Amerika Serikat guna mendukung kebutuhan komputasi model bahasa besar (large language model/LLM) yang digunakan perusahaan tersebut.

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: